TANYA JAWAB KOMUNITAS
Bagaimana Cara Menghitung Pivot Point Dengan Akurat?
6 Jawaban
Berikut rumus perhitungan Pivot Point:
Pivot point = (High + Low + Close) / 3
High, Low dan Close diambil dari candle sesi trading sebelumnya. Biasanya adalah candle daily untuk menghasilkan Daily Pivot.
Untuk perhitungan level Support dan Resistance:
Support 1:
(S1) = (2*PP) – High
Resistance 1:
(R1) = (2*PP) – Low
Support 2:
(S2) = PP – (high – Low)
Resistance 2:
(R2) = PP + High – Low)
@Agus Alamsyah
Untuk tambahan informasi mengenai pivot point, coba lihat halaman ini.
Untuk tambahan informasi mengenai pivot point, coba lihat halaman ini.
ada contoh-contohnya juga
Untuk menghitung pivot point, Anda perlu mengetahui harga tertinggi, terendah, dan penutupan dari periode waktu sebelumnya (misalnya, hari sebelumnya). Rumus dasar untuk menghitung Pivot Point (PP) adalah: PP = (Tinggi + Rendah + Tutup) / 3. Setelah mendapatkan nilai PP, Anda dapat menghitung level-level support (S1, S2, S3) dan resistance (R1, R2, R3) untuk membantu memprediksi potensi pergerakan harga.
Untuk menghitung pivot point secara akurat, gunakan rumus Pivot Point (PP) = (Harga Tertinggi + Harga Terendah + Harga Penutupan) / 3, lalu hitung level Support (S) dan Resistance (R) sebagai berikut: R1 = (2 x PP) – Harga Terendah, S1 = (2 x PP) – Harga Tertinggi, R2 = PP + (Harga Tertinggi – Harga Terendah), S2 = PP – (Harga Tertinggi – Harga Terendah), dan seterusnya untuk level R3 dan S3 menggunakan rumus yang sudah ada. Akurasi ini dapat ditingkatkan dengan menggunakan data dari periode sebelumnya, memilih time frame yang sesuai, serta menggabungkannya dengan indikator lain seperti Fibonacci atau konfirmasi dengan indikator lain seperti RSI dan Moving Average.
Berikut adalah rumus dasar untuk menghitung Pivot Point beserta level support (S) dan resistance (R): Pivot Point (PP) = (Harga Tinggi + Harga Rendah + Harga Penutupan) /
Cara Menggunakan
Bias Bullish: Harga berada di atas pivot point (PP).
Bias Bearish: Harga berada di bawah pivot point (PP).
Reversal (Pembalikan): Jika harga mendekati R2/R3 atau S2/S3 dan tidak mampu menembusnya, kemungkinan harga akan berbalik.
Breakout (Penembusan): Jika harga menembus R1 atau S1 dengan volume tinggi, tren berpotensi berlanjut ke level berikutnya.
Dengan memahami rumus dan penggunaan, trader dapat menetapkan target take profit atau stop loss yang lebih terukur.
Bias Bullish: Harga berada di atas pivot point (PP).
Bias Bearish: Harga berada di bawah pivot point (PP).
Reversal (Pembalikan): Jika harga mendekati R2/R3 atau S2/S3 dan tidak mampu menembusnya, kemungkinan harga akan berbalik.
Breakout (Penembusan): Jika harga menembus R1 atau S1 dengan volume tinggi, tren berpotensi berlanjut ke level berikutnya.
Dengan memahami rumus dan penggunaan, trader dapat menetapkan target take profit atau stop loss yang lebih terukur.
Silakan masuk atau daftar untuk mengirim jawaban Anda.
