Analisa Potensi Dampak Peristiwa Geopolitik?

PertanyaanKategori: EkonomiAnalisa Potensi Dampak Peristiwa Geopolitik?
Yoski Afnam tanya 7 bulan lalu
Bagaimana menganalisis potensi dampak peristiwa geopolitik pada pasangan mata uang?

1 Jawaban
abadijaya dijawab 7 bulan lalu
Peristiwa geopolitik adalah peristiwa yang terkait dengan politik, ekonomi, militer, sosial, atau budaya antara negara-negara atau wilayah di dunia. Peristiwa geopolitik dapat mempengaruhi pasar keuangan, termasuk pasar valuta asing (forex) yang merupakan pasar pertukaran mata uang antar negara. Pasangan mata uang adalah nilai tukar antara dua mata uang, misalnya USD/IDR yang menunjukkan berapa banyak rupiah yang dibutuhkan untuk membeli satu dolar AS.

Untuk menganalisis potensi dampak peristiwa geopolitik pada pasangan mata uang, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, yaitu:

– Mengidentifikasi jenis peristiwa geopolitik yang terjadi atau akan terjadi, seperti perang, sanksi, pemilu, referendum, negosiasi perdagangan, protes, bencana alam, dll.
– Mengetahui karakteristik dan hubungan antara negara-negara atau wilayah yang terlibat dalam peristiwa geopolitik tersebut, seperti ukuran ekonomi, ketergantungan impor-ekspor, aliansi militer, stabilitas politik, dll.
– Menilai dampak peristiwa geopolitik tersebut terhadap penawaran dan permintaan mata uang yang bersangkutan, seperti apakah akan meningkatkan atau menurunkan permintaan mata uang suatu negara sebagai aset safe haven (lindung nilai), apakah akan meningkatkan atau menurunkan risiko inflasi atau deflasi, apakah akan meningkatkan atau menurunkan ekspektasi pertumbuhan ekonomi atau suku bunga, dll.
– Mengamati reaksi pasar forex terhadap peristiwa geopolitik tersebut, seperti apakah ada perubahan signifikan dalam volatilitas, arah tren, level support dan resistance, indikator teknikal dan fundamental, sentimen trader dan investor, dll.
– Menyesuaikan strategi trading forex sesuai dengan kondisi pasar yang berubah akibat peristiwa geopolitik tersebut, seperti memilih pasangan mata uang yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan trading, menentukan ukuran posisi dan level stop loss dan take profit yang optimal, menggunakan alat bantu analisis dan manajemen risiko yang tepat, dll.