Strategi bounce digunakan saat harga memantul dari support atau resistance—trader masuk posisi berlawanan arah (buy di support, sell di resistance).
Strategi breakout dipakai saat harga menembus support atau resistance—trader ikut arah tembusannya (sell saat support jebol, buy saat resistance ditembus) untuk menangkap pergerakan kuat setelahnya.
Strategi bounce dan breakout pada support dan resistance adalah dua pendekatan trading yang berbeda, di mana bounce bertrading pada pembalikan harga dari level tersebut dan breakout pada pergerakan harga yang menembus level tersebut. Strategi bounce berfokus pada memprediksi harga akan memantul, misalnya membeli saat harga memantul dari support atau menjual saat memantul dari resistance, dan sering dikonfirmasi dengan pola candlestick seperti hammer atau doji. Sementara itu, strategi breakout menantikan harga benar-benar menembus level support atau resistance, idealnya dengan konfirmasi volume tinggi dan penutupan candle yang solid, untuk menangkap tren baru yang kuat.
Silakan masuk atau Daftar untuk mengirimkan jawaban Anda