TANYA JAWAB KOMUNITAS
timeframe untuk analisis dan entry
apakah Anda menggunakan timeframe yang sama untuk analisis dan entry, atau memisahkannya?
5 Jawaban
saya memisahkannya.
biasanya analisis tren saya lakukan di timeframe lebih besar (misalnya H4 atau Daily) untuk melihat gambaran umum, lalu entry di timeframe lebih kecil (misalnya M15 atau H1) untuk mendapatkan titik masuk yang lebih presisi.
timeframe besar untuk arah, timeframe kecil untuk eksekusi.
saya memisahkannya.
biasanya analisis tren saya lakukan di timeframe lebih besar (misalnya H4 atau Daily) untuk melihat gambaran umum, lalu entry di timeframe lebih kecil (misalnya M15 atau H1) untuk mendapatkan titik masuk yang lebih presisi.
timeframe besar untuk arah, timeframe kecil untuk eksekusi.
biasanya analisis tren saya lakukan di timeframe lebih besar (misalnya H4 atau Daily) untuk melihat gambaran umum, lalu entry di timeframe lebih kecil (misalnya M15 atau H1) untuk mendapatkan titik masuk yang lebih presisi.
timeframe besar untuk arah, timeframe kecil untuk eksekusi.
biasa saya mengunakan timeframe m 30 dan h 1 untuk entry dengan analisis projeksi trend pada time frame h4 dan d1
Untuk analisis dan entry yang efektif, gunakan strategi Multi Timeframe Analysis: Timeframe besar (H4, D1, Weekly) untuk melihat tren utama, lalu gunakan timeframe kecil (H1, M30, M15, bahkan M5/M1) untuk menemukan titik masuk (entry) yang presisi sesuai arah tren besar, menghindari false signal dan meningkatkan akurasi.
Semakin pendek timeframe, semakin banyak “noise” (sinyal palsu) dan sering trading. Semakin panjang, semakin akurat untuk tren jangka panjang. namun sebagai scalper saya mengandalkan trend TF pendek Dengan akun Zero Broker AMarkets scalping lebih efisien
Silakan masuk atau daftar untuk mengirim jawaban Anda.
