Apa itu Tick Charts?

PertanyaanKategori: Strategi TradingApa itu Tick Charts?
Agung Gatot tanya 11 bulan lalu
Jelaskan mengenai apa itu Tick Charts? Bagaimana Menggunakan Tick Charts dalam Strategi Day Trading?

1 Jawaban
butuhuang dijawab 11 bulan lalu
Tick charts adalah jenis grafik yang digunakan oleh para day trader untuk melacak pergerakan harga suatu instrumen keuangan secara tick-by-tick. Tick adalah transaksi tunggal atau perubahan harga suatu instrumen, dan tick chart menggambar bar baru (candlestick atau garis) untuk setiap tick yang terjadi.

Tick charts memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan grafik berbasis waktu, seperti:

– Tick charts dapat menunjukkan aktivitas pasar yang sebenarnya, karena mereka mencerminkan volume perdagangan yang sesungguhnya.
– Tick charts dapat membantu mengidentifikasi tren, support, resistance, breakout, dan pola harga dengan lebih mudah, karena mereka menghilangkan noise atau fluktuasi harga yang tidak signifikan.
– Tick charts dapat menyesuaikan dengan kecepatan pasar, karena mereka menggambar bar lebih cepat atau lebih lambat tergantung pada frekuensi transaksi.
– Tick charts dapat memberikan sinyal masuk dan keluar yang lebih akurat dan tepat waktu, karena mereka menangkap perubahan harga yang terjadi di antara bar berbasis waktu.

Untuk menggunakan tick charts dalam strategi day trading, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan, yaitu:

– Memilih platform trading yang mendukung tick charts, seperti MetaTrader 4 atau 5, NinjaTrader, TradeStation, dll.
– Memilih jumlah tick yang sesuai dengan gaya trading dan instrumen yang ditradingkan. Jumlah tick ini menentukan ukuran bar pada tick chart. Misalnya, jika memilih 100 tick, maka setiap bar akan mewakili 100 transaksi. Jumlah tick yang umum digunakan adalah 33, 133, 233, 512, dll.
– Mengamati pola dan formasi harga pada tick chart dan mencari sinyal trading yang valid. Sinyal trading ini bisa berupa crossing moving average, bounce atau break support atau resistance, reversal candlestick pattern, dll.
– Menentukan level stop loss dan take profit berdasarkan risiko dan reward yang diinginkan. Level stop loss bisa ditentukan dengan menggunakan trailing stop, atr (average true range), parabolic sar, dll. Level take profit bisa ditentukan dengan menggunakan rasio risk-reward, fibonacci extension, pivot point, dll.
– Mengelola posisi trading dengan disiplin dan konsisten sesuai dengan rencana trading dan aturan manajemen risiko.