– Pajak lebih rendah dari deposito: pajak dari produk SBN hanya 10% atau 15% atas kupon yang diterima, sedangkan pajak deposito 20% atas bunga yang diperoleh.
– Imbal hasil menarik: produk SBN menawarkan kupon atau imbalan yang relatif lebih tinggi daripada deposito dan menyesuaikan dengan suku bunga Bank Indonesia.
– Risiko investasi relatif rendah: produk SBN dijamin pembayaran pokok dan kuponnya oleh pemerintah Indonesia dan hampir tidak memiliki risiko gagal bayar.
– Aman dari fluktuasi pasar: produk SBN yang non-tradeable seperti SBR dan ST tidak terpengaruh oleh pergerakan pasar dan tidak ada potensi kerugian modal.
– Dapat digadaikan: produk SBN dapat digunakan sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman dari bank atau lembaga keuangan lainnya.
– Kontribusi dalam pembangunan negara: produk SBN merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung pembiayaan dan pembangunan negara.
Namun, investasi surat berharga negara juga memiliki beberapa risiko, antara lain:
– Risiko kredit: risiko ini berkaitan dengan kemampuan penerbit SBN untuk membayar pokok dan kuponnya sesuai jadwal. Meskipun risiko ini sangat rendah untuk SBN, tetapi masih ada kemungkinan pemerintah mengalami kesulitan keuangan atau default.
– Risiko inflasi: risiko ini berkaitan dengan penurunan daya beli uang akibat kenaikan harga barang dan jasa. Jika inflasi lebih tinggi daripada kupon SBN, maka investor akan mengalami kerugian riil.
– Risiko pasar: risiko ini berkaitan dengan perubahan harga SBN di pasar sekunder akibat pergerakan suku bunga, permintaan dan penawaran, atau faktor eksternal lainnya. Jika investor menjual SBN sebelum jatuh tempo di pasar sekunder, maka ada kemungkinan mendapatkan harga lebih rendah daripada harga beli.
– Risiko likuiditas: risiko ini berkaitan dengan kemudahan menjual SBN di pasar sekunder tanpa mengalami penurunan harga yang signifikan. Jika pasar sekunder kurang likuid atau tidak banyak pembeli, maka investor akan sulit menjual SBN dengan harga yang wajar.
Silakan masuk atau Daftar untuk mengirimkan jawaban Anda
Copyright © 2026 - Diskusi Forex